Perkembangan era milenial menuntut para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan pelbagai perubahan yang tak mungkin dihindari. Laju perkembangan teknologi informasi membuka peluang seluas-luas bagi pelaku UMKM untuk semakin kreatif agar berdaya saing.

Di tengah era persaingan yang kompetitif ini, kolaborasi atau pun sinergi adalah kunci untuk tetap survive menghadapi perubahan-perubahan yang ada. Kolaborasi antar pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, dan stake holder lain sangat dibutuhkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Koperasi UKM RI melalu Deputi Restrukturisasi Usaha, sebagai wujud komitmen dalam memajukan kapasitas dan kemandirian UMKM mengadakan kegiatan “Sinergitas Pemberdayaan Koperasi dan UMKM untuk mendukung Kemandirian dan Peningkatan Daya Saing” pada hari Rabu, 4 April 2018 yang bertempat di Hotel Royal Darmo Malioboro Yogyakarta.

Hadir sekitar 150 pelaku UMKM dari D.I. Yogyakarta dari pelbagai sektor usaha. Acara yang dimulai dari pukul 09.00 WIB ini dibuka secara langsung oleh Deputi Restrukturisasi Kemenkop RI, Bapak Ir. Abdul Kadir Damanik. 

Dalam sambutannya, Ir. Abdul Kadir Damanik mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM perlu saling bersinergi. Kemenkop RI telah menyediakan PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang diharapakan mampu menjadi rumahnya para pendamping pelaku UMKM dan juga Rumah bagi semua pelaku UMKM. Dengan demikian dapat terjadi sebuah sinergi yang mendukung daya saing UMKM.

Drs. Tri Saktiyana, M.Si, Plt. Kepala Dinas Koperasi UMKM menambahkan bahwa pelaku UMKM di DIY sangat diistimewakan dalam arti terus didorong untuk ditingkatkan daya juang, daya adaptif, dan daya kolaboratif. Dengan tiga hal tersebut, pelaku UMKM akan mampu survive di era digital ini.

Dalam acara ini, menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dedy Sani Ardi (Direktur Pengawasan Kemitraan), Edy Rahrdjo S. (Akademis UNDIP), dan Rumekso Setyadi (Ketua Bidang Hubungan Antara Lembaga DPP).

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang masih bertahan sampai akhir acara.