IMG-20170413-WA0013YOGYAKARTA- Kamis 13 April 2017, Kementrian Koperasi dan UKM RI melalui Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha mengadakan kegiatan Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM dan Sosialisasi Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2016 tentang Paket Kebijakan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara yang berlangsung di Atrium Hotel and Resort ini menghadirkan 100 peserta dari berbagai lapisan, mulai dari pelaku usaha berorientasi ekspor, pendamping/ Konsultan dan elemen lainnya di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Dinas Koperasi UMKM DIY, yang diwakili oleh Agus Mulyono, SP. MT mengatakan bahwa jumlah pelaku usaha di DIY mencapai 230.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Ribu) dan masih didominasi oleh pelaku usaha mikro. Prosentase pelaku usaha mikro mencapai 55%. Dengan kata lain, perkembangan dan laju perekonomian di DIY digerakan oleh mereka pelaku usaha mikro.

IMG-20170413-WA0011Lebih lanjut, Agus Mulyono SP, MT menjelaskan bahwa pengembangan UMKM harus bersifat inklusif. Artinya, tidak berpangku pada satu pihak saja, ttpi juga berbagai pihak yang saling berkaitan.

 

Acara ini dibuka secara langsung oleh Asdep Restrukturisaai Usaha, Dra. Istiati, MM. Dalam pembukaan, Dra. Estianti, MM menyampaikan bahwa acara ini dibagi menjadi dua jenis usaha, yaitu Sosialisasi Peraturan Presiden No. 44 Tahun 2016 tentang Paket Kebijakan dan acara Temu Bisnis Peningkatan Kerjasama Investasi Usaha KUMKM. Ia menambahkan bahwa salah satu tujuan Paket Kebijakaan ini adalah untuk melakukan perlindungan usaha bagi pelaku UMKM.

Dalam acara ini menghadirkan beberapa Narasumber, seperti EXIMBANK, PT. TANI HUB Indonesia, dan juga perwakilan dari Kementerian Perekonomian.

Acara ini menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah untuk terus mendorong keberadaan UMKM yang berdaya saing baik di ranah lokal, nasional, maupun nasional.