Sudah banyak pelatihan bisnis baik untuk pemula maupun pengembangan bisnis yang digelar. Berbagai pelatihan bisnis ini biasanya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, namun dari dampak pelatihan belum sesuai harapan. Mengatasi hal ini, lembaga buruh internasional (ILO) menginisiasi pendekatan pelatihan bisnis mulai dari tahap perencanaan sampai pada pengembangan bisnis berupa  tool yang diberi nama C-BED.

Apa itu C-BED?

C-BED Adalah kepanjangan dari Community Based Enterprise Development  atau pengembangan usaha berbasis komunitas. C-BED merupakan modul-modul pelatihan yang dibuat oleh ILO (Lembaga Buruh Internasional). C-BED ini bertujuan untuk membantu pengusaha dalam mengembangkan bisnis tanpa memerlukan seorang pelatih ataupun trainer, sehingga pelaksanaan C-BED ini tidak memerlukan banyak biaya. Selain itu C-BED mampu menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh pelatih. Dengan hanya bermodalkan modul saja, kita bisa belajar mengembangkan usaha. Metode ini sangat cocok bagi Lembaga Pendamping Bisnis atau BDS dalam membuat pelatian bisnis dengan biaya yang tidak mahal namun memberikan dampak yang bagus bagi pelaku UMKM.

Pelatihan dalam mengimplementasikan Modul C-BED ini telah diinisiasi oleh ABDSI dengan menggandeng ILO beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa C-BED relevan untuk diimplementasikan di Indonesia terhadap UMKM, Cluster, Komunitas, Masyarakat Pedesaan, Desa Wisata dan berbagai kelompok lain di seluruh wilayah Indonesia.

Ada sedikit filosofi yang berbeda, melatih seseorang berenang, sang pelatih harus dapat berenang lebih mahir, supaya ketika murid tenggelam sang pelatih dapat menolong dengan cepat dan itu berbeda dengan melatih orang berlari. Artinya bahwa setiap orang bisa menjadi fasilitator C-BED dan akan mampu mengimplementasikan C-BED dalam masing-masing kelompok. Metode implementasi C-BED cukup sederhana. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan modul-modul untuk bisa dipelajari dan diimplementasikan sendiri.
Bagaimana Teknis Penyelenggaraan C-BED?

Sapto TP salah seorang konsultan bisnis UMKM dari BDS DLI telah menyusun secara teknis tentang pelaksanaan C-BED.

Mengorganisasi pertemuan dengan pelaku usaha menggunakan tool C-BED itu kalau bisa trainer-less dan money-less. BIAYA HARUS SEMINIMAL MUNGKIN. Kalaupun ada biaya, usahakan minimal 50rb – 100rb (utk penggandaan modul, alat tulis pensil & penghapus, konsumsi minuman). Langkah Organizing Implementasi C-BED sebagai berikut :

Siapkan modul isian dulu, ada 4 Modul Utama isian: Marketing, Productivity, Book keeping dan Costing. INGAT !! Setiap pertemuan PILIH SALAH SATU SAJA.
1. buat agenda meeting dg pelaku usaha (hari, tgl jam).
2. undang pelaku usaha (via SMS) & diminta konfirm balasan via SMS kehadiran,
contoh isi SMS : Mengharap kehadiran Bp/Ibu/Sdr untuk MEMPERDALAM KETRAMPILAN MARKETING, yang akan diselenggarakan pada
Hari: Tanggal: Jam: 15:00 – 17:00 (durasi 2 jam)
BATASI JUMLAH UNDANGAN : MAKSIMAL 20 ORANG
3. gandakan modul sesuai jumlah peserta,
4. siapkan ATK (pensil 2B & penghapus) sesuai jumlah peserta.
5. makanan —> opsional & minuman sebaiknya ada (teh anget lebih asyik, opo maneh beras kencur )
6. Pada hari H (hari pelaksanaan) TIDAK PERLU anda woro-2 “kita akan melakukan C-BED bla bla bla”, cukup katakan saja “Saudara-2 hari ini kita akan berlatih mempertajam ketrampilan bisnis kita di sisi marketing (pemasaran)”.
Bagi peserta menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok maksimal 4 orang. AJAK MEREKA UNTUK MENGISI MODUL sesuai tema. INGAT !! PENGISIAN MODUL C-BED HARUS DLM KELOMPOK, dan usahakan di masing-masing kelompok mereka berdiskusi.
Alokasi Waktu : 1 jam mengisi modul & diskusi kelompok, 1 jam membahas modul yang sdh terisi & diskusi bersama.

Modul-modul diracang dengan baik, sehingga orang yang membaca modul tersebut langsung faham dan langsung bisa mengisi modul sesuai dengan bidangnya. Modul C-BED dibagi menjadi 4 golongan bisnis : AE (start-up bisnis ) , SBO (bisnis kecil yang sudah berjalan), Farmer (usaha tani), Manufacture (Industri Kecil Menengah yang sudah berjalan). Masing-masing modul membahas tentang 5 hal pokok, yaitu : Harga Pokok Penjualan dan Costing, Pembukuan, Produktifitas, Pemasaran dan Pengembangan Jejaring. Kalau para pemimpin Paguyuban UMKM ini cerdas, maka mereka dapat menggunakan Modul SBO utk 1 tahun kegiatan yang sustainable : planning, implementing, monitoring, evaluating & feedback.

Modul C-BED bisa diimplementasikan dan digabungkan dengan modul yang lain, asalkan diawal pelatihan menyebutkan bahwa modul yang dipakai adalah modul C-BED dari ILO yang telah dikembangkan. Implementasi di lapangan juga tidak harus sesuai dengan Modul akan tetapi implementasinya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kelompok di daerah tertentu. C-BED pun juga bisa dikombinasikan dengan Bisnis Model Kanvas dalam modul AE.

sumber : plut.or.id