keamanan-pangan-buah-dan-sayuranKeamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang membahayakan. Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari bahaya biologis, kimia dan benda lain yang menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada anak, untuk itu keamanan pangan penting dipahami ( Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DR. Roy Sparingga PhD )

BAHAYA BIOLOGIS

Badan kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa penyakit yang berkaitan dengan pangan yang terkontaminasi merupakan salah satu dari masalah kesehatan Negara berkembang , WHO memberikan sepuluh petunjuk untuk menyiapkan pangan yang aman yaitu

1. Pilih makanan yang telah diolah

Makanan lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar ( mentah ) terutama buah – buahan dan sayur – sayuran , tetapi ada juga yang baik dikonsumsi dalam keadaan telah diolah terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa pengolahan pangan ditujukan untuk meningkatkan keamanan pangan agar dapat lebih lama.

2. Masaklah pangan dengan benar

Beberapa bahan pangan mentah terutama ayam, daging, dan susu yang tidak dipasteurisasi seringkali terkontaminasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri pathogen. Dengan memasak sebaik – baiknya yaitu seluruh bagian pangan mencapai suhu diatas 700 C  maka bakteri pathogen akan mati.

3. Pangan yang telah dimasak sebaiknya segera dimakan

Jika makanan yang telah dimasak dibiarkan ditempat terbuka, maka bakteri akan berkembang biak, makin lama dibiarkan maka akan semakin besar resiko yang akan dipeoleh. Agar aman maka segeralah mengkonsumsi makanan yang telah dimasak setelah panasnya hilang.

4. Pangan yang matang supaya disimpan dengan hati – hati

Jika pangan harus disiapkan lebih awal atau ingin menyimpan pangan yang tersisa sebaiknya disimpan pada suhu tinggi ( sekitar 600 C ) atau pada suhu rendah  ( sekitar atau dibawah 100 C )

Petunjuk ii penting untuk penyimpanan pangan lebih dari 4 – 5 jam. Namun hal tersebut tidak barlaku untuk makanan bayi.

5. Panaskan kembali makanan matang dengan benar
Penyimpanan sempurna menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi tidak mematikan sehingga perlu pemanasan kembali.

6. Menghindari bercampurnya pangan mentah dan pangan matang
Pangan matang dan pangan mentah bila bersentuhan dapat terjadi kontaminasi yang sering disebut dengan kontaminasi silang. Contoh dari kontaminasi silang adalah penggunaan pisau bekas pemotongan ayam atau ikan untuk memotong  bahan pangan yang lain.

7. Mencuci tangan
Cuci tangan sebelum mulai menyiapkan pangan dan setiap kali setelah melakukan pekerjaan lainnya. Jika terjadi luka pada tangan jangan lupa untuk menutup luka tersebut agar tidak terjadi infeksi.

8. Jagalah agar seluruh permukaan perlengkapan atau peralatan dapur dalam keadaan bersih.

9. Hindarkan makanan dari serangga, tikus dan hewan lainnya.

10. Gunakan air bersih

Gunakan air untuk mengolah pangan sama seperti digunakan untuk minuman, jika air berasal dari sumber yang diragukan maka dilakukan pemasakan/perebusan terlebih dahulu.

 

BAHAYA KIMIA  

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit akibat bahan kimia adalah dengan cara :

  1. Memilih bahan pangan yang baik untuk dikonsumsi.
  2. Menggunakan pestisida seperlunya
  3. Gunakan pelindung bila menggunakan obat pestisida dan jangan menggunakan wadah bekas pestisida dan jauhkan dari sumber air.
  4. Tidak menggunakan alat masak ( untuk memasak ) atau wadah yang dilapisi logam berat (tembaga, seng, antimony, cadmium)
  5. Mencuci sayur – sayuran dan buah – buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan.

 

( Sumber : http://hartoko.wordpress )

Red : Rosalia Kurnia Handari