KBSP #68Yoyakarta 17 Januari 2017, Pelatihan rutin Kelas Bisnis Selasa Pagi kembali mengangkat materi yang tak kalah menarik dari materi-materi sebelumnya. Setelah mengangkat materi pelatihan tentang pembuatan poster dengan smartphone pada pertemuan sebelumnya, pelatihan kali ini tak kalah spesial karena secara langsung telah melibatkan Co-Founder Mr.Teto yaitu Hendri Riyanto sebagai pemateri. Mr Teto (Madura Sate & Soto) ini sendiri merupakan salah satu usaha kuliner yang bisa dibilang telah menerapkan USP (Unique Selling Propotition) dengan matang, terbukti dengan terkenalnya Mr.Teto sebagai satu-satunya sate Madura yang bisa melayani Delivery Order pada saat launching di Yogyakarta.

Acara yang dipandu oleh Bapak Wahyu Tri Atmojo selaku Konsultan PLUT ini berlangsung dengan diawali pembahasan tentang teknik menjual dan mengupas lebih lanjut terkait USP dan pentingnya USP dalam proses penjualan. USP sendiri dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu pelaku usaha untuk fokus pada tujuan pemasaran, sebagaimana bagian penting dari merk yang membuat produk bisnis berkesan sekaligus menjadi hal yang membedakan produk serupa dengan produk dari para kompetitor. Fungsi produk, Harga, Service, Quality, Daerah, Exclusive, Proses dan Bahan merupakan contoh “attributes” yang bisa dijadikan sebagai pembeda antara satu produk dengan produk serupa lainnya. Diskusi Pentingnya Unique Selling Propotition dalam BerbisnisYang jelas, ketika memberitahukan produk Unique Selling Propotition (USP) sama artinya dengan membangun mindset konsumen untuk lebih memilih suatu produk tersebut dari sekian kompetitor melalui attributes yang ditonjolkan. Sedangkan USP yang terkandung dalam produk ini dapat dikenalkan melalui sebuah tagline.

Dalam pertengahan acara KBSP yang berlangsung di Gedung PLUT-KUMKM DIY yang beralamat di Jl. HOS Cokroaminoto No. 162 Yogyakarta tersebut diadakan diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta, dalam diskusi ini peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan berdiskusi mengenai USP dari suatu produk dan Tagline yang tepat untuk menonjolkan USP produk tersebut. Selanjutnya perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi mereka. Suasana yang mencair dengan adanya diskusi membuat masing-masing peserta menjadi lebih akrab dengan saling berinteraksi. Meskipun berasal dari latar belakang usaha yang berbeda-beda para peserta yang hadir mengaku senang dapat saling mengenal antar pelaku bisnis melalui pertemuan seperti ini. Hal ini pula yang dirasakan Ibu Siti Nunuk “Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya KBSP seperti ini, selain menambah wawasan dalam mengembangkan bisnis, terlebih lagi saya dapat bertemu dengan sesama pebisnis lainnya sehingga dapat bertukar pikiran dan pengalaman, ya bisa dibilang menambah jaringan juga” ungkap pemilik usaha bakpia NN 306 tersebut dengan lembut dan ramah.Foto Bersama Peserta KBSP #65 Unique Selling Propotition dalam Berbisnis

(Swistaria Ekarizki/ Peserta Magang UNS 2017)