Kak Wahyu Konsultan Pemasaran PLUT KUMKM DIYPernahkah anda mendengar narkoba? Pernahkah anda mendengar bagaimana pemasaran narkoba di Indonesia? Banyak berita-berita di Indonesia yang menyebutkan bagaimana pemasaran narkoba di Indonesia.

Perlu digaris bawahi bahwa tulisan ini tidak mengajarkan anda untuk menjadi penjual narkoba. Dalam hal ini, kami hanya ingin memberikan contoh bahwa para penjual narkoba sebenarnya memiliki sistem yang sangat unik dalam pemasaran narkoba di Indonesia. Dengan pemasaran yang unik tersebut, perkembangan pasar menjadi semakin luas  sehingga peredaran narkoba bisa dilakukan dengan sangat cepat.

Beginilah yang sering kita dengar bagaimana cara memasarkan narkoba. Para penjual narkoba bisanya memberikan narkoba secara gratis terlebih dahulu pada orang yang potensial. Kemudian setelah mereka menjadi pecandu, baru para pecandu ditawari narkoba dengan harga tertentu. Dengan harga yang terkadang diluar nalar. Namun herannya mereka tetap membeli meski dengan harga berapapun.

Sekali lagi saya tekankan saya tidakmengajarkan pada anda untuk menjadi seorang bandar atau pengguna narkoba. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita sebenarnya bisa menggunakan teknik pemasanan narkoba itu untuk tujuan yang positif khususnya untuk meningkatkan pemasaran produk atau jasa kita.

Bagaimana cara menerapkan jurus marketing ala narkoba itu pada penjualan produk atau jasa anda? Pada dasarnya yang harus dicamkan adalah sesuatu yang gratis tersebut harus menguntungkan pelanggan bukan merugikan. Misalnya saja dengan memberikan voucher gratis klab kebugaraan yang tidak bagus pasarnya atau klab yang sangat sepi pengunjung. Atau bisa juga berupa voucher karaoke pada sebuah tempat karaoke. Kalau kita hitung biaya cetak voucher tersebut hanya sekitar Rp 2.000 per buah. Tapi kita bisa mengatakan voucher renang gratis tersebut senilai Rp 80.000,00.

Selanjutnya kita gunakan voucher itu pada orang-orang yang sangat potensial. Yang dimaksud potensial disini adalah orang atau calon konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap produk atau jasa kita. Dengan penawaran tempat yang menarik dan nyaman serta voucher tersebut kita bisa tawarkan kepada konsumen sehingga konsumen ingin mencoba.

Sebagai contoh adalah tempat berenang bagi anak-anak. Ketika ada satu voucher yang diberikan kepada seorang anak, maka anak tersebut akan menyampaikan kepada orang tuanya. Ketika voucher Cuma satu, sedangkan orang tua yang baik tidak akan membiarkan anaknya berenang sendiri, maka dengan sendirinya orang tuanya akan ikut. Dan pastinya akan membayar dengan tarif normal. Belum lagi bila tidak hanya ayahnya saja yang menemani, tetapi bisa jadi ibu, kakak, dan saudara yang lain akan ikut.

Hanya dengan mengeluarkan satu buah voucher seharga pembuatannya Rp 2.000,00 , akhirnya tempat tersebut mampu menghasilkan lebih dari Rp 80.000,00 karena kedua orang tua anak serta saudaranya tersebut juga ikut berenang. Belum lagi ditambah dari hasil penjualan makanan di restoran dan sebagainya. Jadi yang terpenting mereka diminta mencoba dulu, stelah kecanduan baru bayar lebih mahal. Pada waktu mereka selesai berenang, langsung tawari mereka paket membership.

Pasti mantab kan?

Selamat mencoba, dan salam sukses (y)