Jurus FunnelingSering kali para wirausaha pemula yang sedang memulai usahanya tidak tahu bahwa mereka harus memperbanyak calon konsumen. Bila mereka hanya sekedar membuat harga jual dan kemudian ditawarkan kepada konsumen, maka bisa jadi konsumen yang datang akan sedikit bahkan mungkin tidak ada yang datang sama sekali. Bila diumpamakan ketika seseorang sedang memasukkan satu ember air kedalam galon air. Akan jauh lebih mudah dan cepat bila menggunakan alat bantu, berupa corong. Istilah dalam dua marketing untuk hal ini adalah Funnelling.

Funneling merupakan salah satu metode yang memungkinkan seorang wirausaha untuk dapat menyaring calon konsumen yang potensial,yang tentu saja diharapkan nantinya akan menjadi konsumen yang potensial dalam jangka waktu lama. Bagaimana caranya?

Salah satu cara paling mudah adalah dengan menggunakan media iklan dengan memberikan sebuah penawaran yang membuat semua orang yang merasa membutuhkan akan merasa rugi bila tidak mencobanya (sensasional offer). Salah satu bentuknya dalah dengan menggunakan sebuah spanduk atau banner yang besar dengan tulisan-tulisan sensasional.

Contoh kasusnya pada sebuah bengkel motor yang menawarkan servise gratis ketika waktu mendekati hari lebaran atau waktu banyak orang mau mudik. Mereka membuat iklan yang sedemikian rupa hingga orang dengan mudah melihat bahwa ada bengkel motor yang memberikan layanan servise gratis.

Dengan adanya servis gratis itu masyarakat yang akan melakukan mudik pasti akan melakukan cek terhadap kendaraannya sebelum digunakan dan mereka akan datang ke bengkel tersebut untuk mencoba. Orang yang datang akan merasa tidak terbebani biaya karena biaya servis gratis.

Selanjutnya dari pihak bengkel kemudian menjelaskan bagaimana kondisi setiap kendaraan. Dengan adanya penjelasan tersebut, pihak bengkel kemudian memberikan penawaran mengenai kendala yang ada pada kendaraan. Misalnya oli yang harus diganti, kampas rem yang harus diganti, dan sebagainya. Gambaran konsidi kendaraan yang spesifik akan mendorong calon konsumen tersebut untuk memutuskan apakah akan menggunakan atau tidak. Disinilah letak penawaran itu muncul untuk mengubah dari calon konsumen supaya menjadi konsumen.

Semakin banyak calon konsumen yang berdatangan, maka pastinya akan lebih mudah untuk menjaring calon konsumen. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan jumlah konsumen. Selain itu, alternatif-alternatif penawaran juga akan menjadi lebih banyak sehingga memudahkan seorang wirausaha memberikan keyakinan kepada calon konsumen tersebut, hingga mereka memutuskan untuk melakukan pembelian (Yes, I buy now).

Semoga bermanfaat, salam sukses (y)