Banyak orang yang memiliki impian untuk sukses dengan memiliki bisnis sendiri. Namun hanya sedikit yang berani mengambil tindakan untuk memiliki bisnis sendiri. Dan yang lebih parah lagi, lebih sedikit lagi orang yang berani mengambil tindakan hingga sukses dalam berbisnis.

Lalu apa yang menghambat seseorang untuk mengambil tindakan menuju berbisnis? Apakah karena kurang pengalaman?Apakah karena kurang modal?Apakah karena kurang keahlian?Atau merasa terlalu muda?Atau merasa terlalu tua?Atau merasa kurang berpendidikan?

Ternyata jawabannya bukanlah itu semua, karena buktinya banyak orang yang sukses dalam berbisnis meski kurang pengalaman, kurang modal, kurang keahlian, masih muda, sudah tua, atau bahkan kurang berpendidikan. Contoh di Indonesia, sebut saja seperti Bob Sadino. Pengusaha sukses yang identik dengan celana pendek ini merupakan pemilik bisnis di bidang pangan dan peternakan serta memiliki jaringan usaha Kemfood dan Kemchick yaitu rumah makan yang berada di daerah Kemang yang khusus melayani orang-orang asin.

Bila kita telusuri riwayat hidupnya, Bob Sadino sebenarnya berasal dari keluarga yang cukup berada. Ia terlahir sebagai bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu ayah ibunya tiada, Bob Sadino yang saat itu berusia 19 tahun menerima seluruh peninggalan orang tuanya karena kakak-kakaknya sudah cukup hidup mapan dan tidak membutuhkan sokongan dari warisan orang tua.

Karena menerima peninggalan yang cukup banyak di usia yang relatif muda, Bob Sadino yang masih labil menghabiskan separuh harta warisannya untuk keliling dunia. Dalam turnya keliling dunia itu, Ia singgah di Belanda dan sempat menetap disana selama 9 tahun. Di Belanda ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman.

Cukup mudah bagi Bob Sadino untuk mendapatkan pekerjaan itu karena karakter sanguinisnya yang periang dan cukup supel dengan orang. Setelah itu Bob Sadino kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai karyawan. Saat menjadi karyawan, dirinya merasa ada sesuatu yang hilang. Kebebasannya, waktu luang bersama keluarga dan keinginan berekspresi lebih terkendala karena harus patuh terhadap peraturan dan tugas dari perusahaan. Karena alasan tersebut Bob Sadino memutuskan untuk keluar dan membuat bisnis sendiri.

Bisnis pertama yang Bob Sadino adalah jasa penyewaan mobil. Mobil Mercedes satu-satunya yang ia miliki ia gunakan untuk disewakan dengan ia sendiri sebagai sopirnya. Suatu hari ia dan mobilnya mengalami kecelakaan yang membuat mobil kesayangannya rusak parah. Saat itu Bob Sadino tidak memiliki uang untuk memperbaiki mobil mewahnya. Dan akhirnya Om Bob mengakhiri bisnisnnya yang pertama.

Bob Sadino kemudian berprofesi sebagai tukang batu. Namun upah yang sangat rendah dan kebutuhan keluarga yang cukup tinggi membuat Bob Sadino sangat depresi. Apalagi Bob Sadino yang sebelumnya menerima warisan berlimpah dan sudah keliling dunia dan memiliki koleksi mobil Mercedes akhirnya berprofesi sebagai kuli batu.

Suatu hari ia bertemu dengan teman lamanya. Teman Om Bob menyarankan agar ia berbisnis ternak ayam. Dari berternak ayam, setiap hari Bob dan istrinya bisa menghasilkan dan menjual telor beberapa kilogram. Karena ulet, gigh dan tekun, dalam waktu satu setengah tahun bisnis peternakannya berkembang pesat.

Selain peternakan ayam, Bob Sadino juga merambah bisnis swalayan. Bob Sadino percaya bahwa untuk menjadi orang sukses dalam berwirausaha memerlukan proses. Bob Sadino juga selalu belajar agar usahanya terus maju dan berkembang. Uang bukanlah nomor satu  dalam berwirausaha, akan tetapi tekad yang kuat, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang serta melakukan tindakan itulah yang menjadi hal terpenting dalam berwirausaha.

Dengan penuh keyakinan dan terus belajar, akhirnya kita dapat melihat dan mengetahui bagaimana kesuksesan yang telah diraih oleh Bob Sadino. Semoga melalui kisah Bob Sadino ini kita dapat semakin yakin dan berani dalam berbisnis. Dan semoga kita sukses dalam berbisnis. Amin.

Wahyu Tri Atmojo