Namun bisnis tersebut masih rawan pembajakan seperti pencurian foto produk dan penjimplakan produk secara masal.

UKM memberikan kontribusi sekitar 60% bagi Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Untuk lebih memperkuat daya saing, pelaku UKM semestinya beralih ke bisnis digital karena teknologi bisa membuka banyak peluang.

Agung Wibowo Pengusaha Boneka Indiecraft,mengatakan, sejauh ini penjualan produk menggunakan media sosial dan website selama delapan tahun. Bisinis digital memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengetahui jenis produk yang ingin dibeli.

“Saya menekuni bisnis digital selama delapan tahun untuk menjual boneka dengan memanfaatkan website dan beberapa jejaring sosial. Dengan adanya website dan media sosial memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi tentang produk yang ingin dibelinya,” kata Agung, di Tangerang, akhir pekan lalu.

Namun kemudahan mengakses informasi tentang produk dalam bisnis digital, tidak selamanya membawa keuntungan bagi UKM. Kemudahan tersebut pasalnya menimbulkan tantangan baru seperti pembajakan foto produk bahkan pembajakan produk secara masal.

“Sejauh ini, tantangan dalam bisnis digital adalah rawannya pembajakan, mulai dari pencurian foto hingga yang paling klasik penjiplakan produk,” imbuh Agung.

Selain itu, bisnis digital dengan pemanfaatan Information & Communication Technology (ICT), membuka peluang untuk mendapatkan pengetahuan dengan mudah selama didukung koneksi yang stabil dan lancar. “ICT memberikan kemudahan mendapatkaninspirasi dari belahan dunia bisa didapatkan di ujung jari kapanpun selama koneksi internet stabil dan lancar,” pungkas dia. [jin]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2245821/inilah-kemudahan-bisnis-digital-ala-ukm