Yogyakarta, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) DI Yogyakarta sukses melaksanakan event Buka Bareng Bisnis “Puasa Jalan Terus Omset Naik Terus” ke tiga. Event ke tiga dari rangkaian Buka Bareng Bisnis selama ramadhan ini mengangkat kisah sukses pemilik Pamella Group, Ibu Noos Liesnani Pamella. Bagaimana Ibu Pamella membangun bisnis dari mulai kios sembako kecil sampai menjadi supermarket dengan 7 cabang seperti saat ini.

Acara yang diikuti oleh 40 orang peserta ini berjalan sangat ramai. Terlihat antusiasme dari peserta yang ingin mengetahui kisah sukses ibu Pamella dalam membangun bisnis. Beberapa peserta dapat kesempatan langsung bisa berdialog dengan ibu Pamella, guna berkonsultasi mengenai usaha yang sedang dijalankan maupun masalah lainnya. Ada peserta yang menanyakan bagaimana caranya agar produknya bisa masuk ke Pamella Swalayan. Ada juga peserta yang menanyakan mengenai prinsip bisnis yang belaiu jalankan selama ini.

“Dalam menjalankan usaha, prinsip yang saya pegang adalah hindari hutang secara langsung untuk kepentingan-kepentingan konsumtif. Bagaimanapun usaha yang dijalankan dengan hutang yang penggunaannya tidak tepat akan membebani usaha tersebut. Siklus usaha naik turun, iya kalau pas naik terus, kalau pas turun bagaimana coba untuk membayar hutanganya? Tapi ya jangan dianggap pamella tidak memiliki hutang, hutang Pamella banyak, namun bentuknya dalam wujud barang seperti tanah dll.” ibu Pamella menerangkan prinsip bisnis yang beliau pegang.

Ibu Pamella juga memberikan beberapa tips dalam berusaha dalam cerita yang beliau sampaikan. Diceritakan oleh beliau, duhu waktu kiosnya masih kecil, beliau memutar otak agar tokonya bisa ramai. “Pada saat itu usaha kios sembako cukup sulit mencari pelanggan, sehingga saya berpikir bagaimana caranya bisa narik pelanggan datang ke kios saya. Saya jual beberapa mainan anak-anak seperti layang-layang, kelereng, umbul-umbul dll, kalau anaknya datang pasti orang tuanya juga datang. Biasanya kalau saya pas ke luar kota, untuk mencari rumah makan yang enak cukup gampang, dengan melihat ramai tidak rumah makan tersebut, kalau ramai sudah pasti rumah makan itu enak. Hal ini pula saya terapkan diusaha saya, saya buat kios kecil saya menjadi ramai dengan cara melayani fotocopy. Saya belikan mesin fotocopy lalu saya pasang di depan kios, sehingga ramailah kios saya. Banyak orang yang berdatangan. Awalnya mau fotocopy ahirnya berbelanja sembako juga.” ungkap ibu Pamella menjelaskan strategi bisnis yang beliau pakai.

Di ahir acara, Yuli Afriyandi berharap bahwa apa yang disampaikan ibu Pamlla dapat menginspirasi para pelaku usaha KUMKM untuk terus bekerja keras membangun bisnis. “Ibu Pamella membangun bisnis dari mulai kios kecil sampai menjadi super market dengan tujuh cabang memerlukan perjuangan yang panjang, sekitar 40 tahun. Semoga apa yang beliau ceritakan mampu menginspirasi kita untuk turut berjuang keras dalam membesarkan bisnis.” tutur Yuli Afriyandi menegaskan. Acara Buka Bareng Bisnis diahiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari PLUT-KUMKM DIY kepada pemilik Pamella Group, Ibu Noor Liesnani Pamella.