Jpeg

Jpeg

Yogyakarta, 18 September 2015. Bertempat di Novotel Hotel Yogyakarta, berlangsung Focus Group Discussion dalam rangka memperoleh masukan Pendirian Lembaga Peringkat Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).

Hadir dalam kesempatan itu Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Gubernur Bank Indonesia wilayah DIY, OJK, Dekan FEB UGM, Perwakilan Dosen dari beberapa Perguruan Tinggi, Disperindagkop dan UKM DIY, PLUT KUMKM DIY, ABDSI DIY, Forum UMKM dan beberapa tamu undangan lainnya.

FGD di awali dengan paparan kajian akademik tentang pentingnya pendirian Lembaga Peringkat UMKMK dari Assipindo. Dalam paparannya disampaikan bahwa UMKMK memiliki peran vital bagi pengembangan ekonomi tanah air. Selama ini UMKMK disinyalir kuat dan tahan dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi termasuk krisis. Karena itu program-program pengembangan terhadap UMKMK harus selalu dihadirkan salah satunya adalah dengan membentuk lembaga pemeringkat UMKMK. Adapun tujuan dibentuknya lembaga pemeringkatan ini adalah untuk meminimalisir adanya asymmetric information sehingga dapat memperkecil gap antara bank dengan UMKM.

Karena diakui bahwa selama ini keengganan bank dalam memberikan kredit kepada UMKM terutama disebabkan oleh banyak hal seperti; keterbatasan aset yang dimiliki UMKM, ketidakpastian bisnis, lemahnya manajemen keuangan, dan kurangnya track record.

Olehkarena itu, perlu ada sistem dan lembaga pendukung yang dapat mengatasi keterbatasan informasi perbankan mengenai bankability dan feasibility UMKM itu. Salah satunya adalah dengan membentuk suatu lembaga pemeringkat.

Adapun manfaatnya bagi Bank dan UMKMK adalah keberadaan lembaga pemeringkat ini dapat meningkatkan creditworthness, mendorong pelaksanaan good governance oleh UMKM dan memberikan fasilitas biaya pinjaman yang lebih terjangkau. Dan lebih khusus manfaat lembaga pemeringkat ini bagi Perbankan adalah untuk membantu bank dalam menentukan jumlah dan persyaratan pembiayaan bagi UMKM dengan meminimalisir asymmetric information yang akan mengurangi risiko default.

Selanjutnya disampaikan bahwa hadirnya lembaga pemeringkat ini dapat mengkonsolidasi data UMKMK yang selama ini terkesan tidak valid. Karena itu nantinya ketika lembaga pemeringkat ini sudah berdiri, maka pihak-pihak baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai data-data tentang UMKMK bisa berkerjasama untuk share data. Dan Asippindo sebagai inisiator lahirnya kelembagaan pemeringkat ini akan bekerjasama dengan PLUT seluruh Indonesia yang mempunyai basis data dan binaan UMKM yang kuat dimasyarakat.

Paparan tentang kajian akademik lembaga pemeringkat ini di akhiri dan dilanjutkan dengan pandangan dari konsultan eksternal yang memberikan catatan-catatan dan masukan. Selanjutnya diserahkan kepada peserta untuk memberikan pandangan dan masukan.

Karena waktu terbatas, FGD ini kurang efektif. Karena hanya sedikit yang berkesempatan bisa menyampaikan pandangan dan masukannya.