Pada tahun 2015 nanti, Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang merupakan persaingan pasar bebas bagi negera-negara di kawasan ASEAN. Berdasarkan data dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, pada tahun ini terdapat 56,5 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan 98,9 persen adalah usaha mikro. Sementara jumlah koperasi mencapai 200.808 unit.

            Mengingat MEA 2015 sudah di depan mata, maka diperlukan upaya untuk mendorong keberadaan KUMKM agar nantinya dapat bersaing dalam pasar bebas. Salah satu upaya tersebut adalah dengan adanya Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di bawah naungan Kementrian Koperasi. Hingga kini, terdapat 21 titik PLUT KUMKMdi Indonesia, salah satunya di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Pada Rabu (25/06), PLUT KUMKM DIY secara resmi telah diresmikan oleh Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesias, Drs. Braman Setyo.

Kegiatan ini dimotori secara langsung oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Ir. Riyadi Ida Bagus Salyo Subali,MM, menyatakan bahwa keberadaan UMKM sangat penting bagi perekonomian suatu negara maupun daerah. PLUT KUMKM DIY hadir sebagai rumah sehat bagi UMKM yang mengalami beragam permasalahan, misalnya terkait akses permodalan, pemasaran, kemitraan, dan lain sebagainya. PLUT DIY adalah rumah bersama bagi para UMKM yang ingin maju dan berkembang bersama-sama.

Dalam kegiatan ini dimeriahkan juga dengan pameran produk-produk UMKM di DIY yang didisplay di ruang galeri lantai 1 gedung PLUT DIY. Ruang geleri ini secara khusus disediakan bagi UMKM untuk membantu dalam bidang pemasaran produk-produk UMKM. Ada beragam produk yang akan ditampilkan, mulai dari produk makanan hingga hasil kerajinan tangan.

Acara launching ini dimulai dari pukul 08.00 WIB dan berlokasi di depan Gedung PLUT KUMKM DIY Jl. Hos Cokroaminoto 162 Yogyakarta. Dalam kegiatan ini turut mengundang jajaran satuan pemerintah, baik tingkat kota maupun provinsi di DIY, serta para mitra PLUT DIY dan beberapa UMKM di DIY.

Moh Mursyid