Makanan ringan atau snack sangat diminati oleh masyarakat luas. Variasi dari makanan ringan sangat beragam. Pernah mencoba kacang Thailand? Sebenarnya kacang tersebut adalah variasi dari kacang telur atau kacang disko dari Makasar yang diberi tambahan daun jeruk purut yang telah disangrai. Popularitasnya makanan ringan membuat timbulnya banyak variasi snack, diantaranya adalah keripik. Jenis keripik yang awalnya hanya kita kenal sebatas keripik singkong atau keripik kentang saja, saat ini dapat dikembangkan menjadi berbagai macam variasi rasa contohnya rasa : rumput laut, bumbu lada hitam, keju, BBQ dan lain – lain. Penambahan rasa ini selain dapat meningkatkan rasa dan harga juga dapat meningkatkan minat konsumen untuk memilih keripik tersebut.
Semenjak dulu animo masyarakat terhadap camilan renyah sangatlah tinggi, meski sering disebut sebagai makanan yang “ kurang sehat karena umumnya makanan ini digoreng dengan minyak yang banyak, ternyata panganan renyah ini menjadi makanan favorit diberbagai kalangan. Bahkan ada yang menyebutkan kalau makanan belum lengkap tanpa kerupuk.Itu sebabnya masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari kerupuk atau keripik. Ini merupakan peluang besar,kita bisa memanfaatkan bahan – bahan yang ada di lingkungan sekitar kita contoh bila wilayah sekitar kita banyak tersedia pisang, singkong, ubi, talas, kacang tanah dll mengapa tidak dicoba untuk membuat panganan renyah ini? Diperlukan keuletan dan keberanian untuk mencoba berbagai macam teknik pengolahan bahan ini hingga menjadi produk yang siap dipasarkan. Juga dibutuhkan intuisi yang tajam untuk menjalankan bisnis dengan persaingan yang cukup kompetitif ini.
Namun kita tidak perlu patah semangat, sebab selera konsumen dapat kita arahkan, asalkan produk anda memiliki ciri khas dan berkarakter kuat dalam cita rasa maka perhatian konsumen dapat beralih ke produk baru buatan anda. Berani mencoba?