Jika saya katakan bahwa energi berbagi itu sungguh dahsyat sekali, sebagian orang tentu akan meng-amini perkataan saya dan sebagian lagi mungkin masih merasa bingung kenapa seperti itu.

Bagi orang yang sudah yakin bahwa selama kita berbagi tidak akan pernah habis, akantetapi terus bertambah, bertambah dan bertambah.

Berbagi itu bisa macam-macam hal, seperti ilmu atau rejeki yang kita miliki. Dan berbagi itu adalah investasi yang menguntungkan baik di dunia maupun di akhirat. Percayakah anda dengan hal ini?

Berbagi ilmu misalnya. Ketika anda memberikan sebuah pengetahuan kepada orang lain yang tidak mengetahui sama sekali sampai orang tersebut menjadi tahu, bagaimana menurut Anda? Indah bukan? Apakah anda merasa rugi, atau merasa telah kehilangan pengetahuan yang telah Anda berikan? Tentu anda akan merasa puas dan Anda aka merasa mantap dengan apa yang telah Anda ketahui saat ini.

Lain halnya jika kita bahas persoalan berbagi rejeki. Masih sangat banyak yang merasa perlu untuk bertaya, apakah iya dengan berbagi rejeki seperti sedekah malah menambah rejeki yang kita punya saat ini, bukan malah mengurangi?

Kekhawatiran itu mungkin kita anggap wajar, karena secara nalar harta yang kita berikan tentu akan berpindah ke orang yang kita beri. Dan tentu mengurangi persediaan yang kita miliki.

Pada kondisi inilah tingkat ke-Imanan seseorang kepada Tuhannya di uji. Ketika kita sadar betul bahwa segala nikmat yang kita rasakan saat ini adalah kepunyaan-Nya, maka tidak pantas oleh kita sedikitpun merasa kurang. Seharusnya ucap syukur harus selalu terlontar dalam setiap sela nafas.

Ada banyak janji Tuhan yang mengatakan bahwa apabila kita bersyukur maka kenikmatan itu akan terus ditambah. Dan Tuhan pun secara jelas menyiratkan bahwa siapa yang berbagi maka Tuhan akan menambah 10 kali lipat. Tentu kita percaya bahwa Tuhan akan memberi rejeki bagi hambanya dari banyak jalan yang tidak terduga sebelumnya oleh kita.

Olehkarenanya, tidak ada alasan lagi untuk tidak berbagi dan senantiasa di iringi rasa syukur kepada-Nya.

Batang, 28 November 2014.