Selasa, 26 September 2017 bertempat di PLUT KUMKM DIY diadakan Kelas Bisnis Selasa Pagi (KBSP) bersama “Uncle Sam” seorang eksportir yang telah lama menggeluti dunia ekspor impor. Acara yang diadakan oleh PLUT KUMKM ini dihadiri oleh 19 pengusaha dan calon pengusaha UMKM. Dalam rangka peningkatan kapasitas UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peserta yang hadir memiliki berbagai macam kategori usaha seperti fashion, kecantikan, kesehatan, makanan, elektronik, dan usaha lainnya.  Beberapa peserta masih awam terhadap bisnis ekspor impor. Merasa asing dengan berbagai istilah yang digunakan dalam ekspor impor. Oleh karena itu acara ini diadakan secaran berkala. Meskipun  beberapa peserta sudah mulai terjun kedunia ekspor impor, atau bahkan ada juga peserta yang sudah memiliki banyak pengalaman  dalam ekspor impor seperti Pak Iwan yang sudah menjadi agen ekspor impor.

Pada pertemuan awal ini Uncle Sam menyatakan banyak pelaku UMKM alergi dengan kata Impor. Mereka takut produknya tersaingi dengan barang-barang impor yang datang ke Indonesia. Padahal menurut Uncle Sam, barang Impor bahkan bisa meningkatkan kualitas produk UMKM di Indonesia. Beliau mencontohkan dengan produk milik salah satu peserta berbentuk tas mini yang dijual dengan harga Rp 50.000,00. Apabila ditambahi dengan pernak-pernik impor murah yang lebih menarik, pastinya akan meningkatkan harga jual dari produk tersebut, bahkan kata beliau bila diekspor ke luar negeri harga tas kecil tersebut bisa mencapai 500 ribuan. Tidak perlu aksesoris yang mahal yang digunakan sebagai penghias, cukup yang murah dan menarik. “Jadi, mengapa masih takut Impor? Jika kita bisa mengolahnya dengan lebih baik, siapa takut” pungkas Uncle Sam.

Di zaman yang serba terbuka ini, para pelaku UMKM bisa dengan mudah mengekspor barang ke luar negeri tanpa menggunakan perantara. Tidak seperti era yang telah lalu yang masih harus mengandalkan agen dan berbagai macam surat yang berbelit hanya untuk mengekspor barang. Dengan teknologi dan informasi yang tersedia di era ini, komunikasi dengan calon konsumen menjadi sangat mudah. Transaksi antara baik antara B2B (Business to Business) maupun B2C (Business to Customer) menjadi tidak lagi dibatasi ruang da waktu. Sehingga banyak membuka peluang dengan semakin terbukanya pasar maupun tantangan akan persaingan dan banjirnya produk dari luar.  Kita sebagai pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan momen kemudahan ini dengan lebih kreatif untuk memproduksi suatu barang yang nilainya lebih dengan memanfaatkan barang impor yg lebih murah. Jadi intinya kita dituntut untuk lebih kreatif dan inofatif dalam membuat suatu produk.

“Acara ini sangat bermanfaat khususnya bagi para pelaku usaha UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta yang bergerak di berbagai macam komoditi produk. Agar dapat membuka wawasan kita untuk mengembangkan ranah bisnis ke tingkat selanjutnya dan mengetahui bagaimana proses berjalannya kegiatan ekspor impor. Sehingga para pelaku UMKM khususnya di DIY dapat meningkatkan daya saing dari segi kualitas dan kuantitas di pasar Internasional. Harapan saya dan teman-teman adalah supaya acara ini dapat berkelanjutan dan setelah selasai pun ada follow up baik dari pihak PLUT KUMKM  maupun dari teman-teman yang hadir disini untuk bekerjasama dalam mengembangkan usaha UMKM ini”.

[Kontributor: Tim PPL UIN Suka]