ippho santosa7 keajaiban rejeki merupakan salah satu dari buku serial otak kanan yang ditulis oleh Ippho Santosa. Dalam buku tersebut,  Ippho Santosa  memiliki gagasan yang luar biasa bagus. Ippho Santosa  mengungkapkan bagaimana cara melakukan percepatan datangnya rejeki bagi diri kita yang dijanjikan dapat tercapai dalam waktu 99 hari.

Di dalam buku karangan Ippho Santosa ini menunjukkan percepatan-percepatan, lompatan-lompatan serta keajaiban-keajaiban dengan sentuhan islami yang terkait dengan keuangan, kesehatan, impian, dan lain sebagainya. Berikut kupasan-kupasan sedikit mengenai isi buku 7 Keajaiban Rejeki karya Ippho Santosa.

Pada bagian pertama dijelaskan bagaimana sidik jari setiap orang berbeda-beda. Tidak ada satu pun manusia yang memiliki sidik jari yang sama. Begitu juga dengan pribadi setiap orang akan berbeda-beda. Hal ini menunjukkan salah satu kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Ippho Santosa juga menyampaikan bagaimana seseorang memandang sesuatu hal dengan pikiran yang positif sehingga mampu menghasilkan apa yang mereka inginkan. Hal ini sangat terkait dengan hukum tarik menarik. Didalam buku ini dikenal dengan sebutan Law of Attraction (LOA).

Bagian kedua dalam buku ini menjelaskan tentang pentingnya sepasang bidadari yang telah Tuhan anugrahkan kepada kita. Bidadari pertama adalah orang tua. Karena keridhaan Tuhan tidak lepas dari keridhaan orang tua. Sedangkan bidadari yang kedua adalah pasangan kita. Dijelaskan salah satu hal menarik dari menikah adalah pintu-pintu rejeki yang masih tertutup akan terbuka. Ippho Santosa  menyebutkan bagaimana bila kita mendapatkan dukungan dari sepasang bidadari tersebut, maka kita dapat menyelaraskan impian untuk mempercepat terbukanya pintu-pintu rejeki.

Bagian ketiga menerangkan bagaimana pentingnya bagian otak kanan manusia. Otak kanan identik dengan impian, imajinasi, serta sesuatu yang terkadang banyak disebutkan sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Ippho Santosa menyebutkan para golongan kanan ini terdiri dari para pemimpin, direktur, dsb. Sedangkan otak kiri digunakan untuk sesuatu hal yang rasional, logis, terencana dan terkait dengan IQ. Karyawan adalah salah satu contoh golongan otak kiri.

Dari hal tersebut Ippho Santosa menyebutkan bahwa dengan otak kanan, orang mampu berpikir diluar batas kewajaran seperti halanya dalam membuka usaha. Ippho Santosa  menyampaikan bahwa ketika membuka suatu usaha tidak perlu langsung masuk untuk memikirkan feasibility studi atau penghitungan-penghitungan titik BEP dalam waktu sekian tahun. Melainkan modal utama membuka usaha adalah niat dan kemauan.

Bagian keempat Ippho Santosa mengajak kita untuk lebih memilih menjadi pedagang atau pengusaha ketimbang menjadi seorang kaaryawan. Disampaikan juga wasiat Nabi Muhammad SAW bahwa sembilan dari sepuluh pintu rejek itu berada di perdagangan. Ippho Santosa juga menerangkan pentingnya kita untuk menjadi kaya. Hal ini tidak lain karena dengan kekayaan tersebut, kita bisa dengan mudah untuk bersedekah, haji, umrah, membangun sarana ibadah,dll.

Bagian kelima Ippho Santosa menyampaikan bagaimana pentingnya manusia untuk bersedekah. Dengan sedekah maka manusia akan mendapatkan lebih banyak dari yang telah disedekahkan. Ippho Santosa juga menyampaikan bahwa untuk mempercepat terbukanya pintu rejeki, seorang muslim dianjurkan untuk bersedekah, shalat dhuha, shalat tahajud, er istighfar, zikir, tawakal, bersyukur, menikah, haji, umrah, dan memperbaiki ibadah. Ippho Santosa menyampaikan bahwa semua hal tersebut dianggap tidak masuk akal bagi penganut otak kiri, tapi sangat mungkin bagi otak kanan.

Bagian keenam Ippho Santosa menjelaskan tentang bagaimana cara membuka pintu rejeki dengan menekankan diri sendiri untuk lebih meningkatkan kekuatan ketimbang memperbaiki kelemahan. Disebutkan bahwa setiap orang yang ingin sukses harus memiliki ciri khas atau pembeda agar mudah dikenal oleh orang lain. Begitu juga dengan produk atau jasanya dalam berwirausaha.

Bagian terakhir Ippho Santosa  menyebutkan keajaiban rejeki yang ketujuh adalah pelangi Ikhtiar. Ippho Santosa menyebutkan pelangi ikhtiar terdiri dari impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, kepercayaan, dan keikhlasan.

Ippho Santosa melalui buku 7 keajaiban rejeki menyampaikan bahwa kita harus selalu yakin akan Kebesaran-NYa. Dengan percaya bahwa Tuhan itu akan mengabulkan semua permintaan kita maka yang perlu kita lakukan adalah dengan memperbesar impian, menyegerakan dan memperbanyak action, memperhatikan faktor pengali, serta untuk terus berupaya menyempurnakan pelangi ikhtiar.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai isi buku 7 Keajaiban Rejeki karya Ippho Santosa. Salam sukses!

activate javascript