Ibarat benda hidup, produk juga memiliki siklus kehidupan. Seperti halnya siklus hidup pada manusia, mulai ia dilahirkan, fase anak-anak, remaja, dewasa sampai dengan fase tua hingga mati. Nah, pada produk juga memiliki kesamaan, mulai dari fase perkenalan, perkembangan, kedewasaan sampai dengan penurunan (hingga mati/hilang). Pada prinsipnya hampir seluruh produk mengalami siklus hidup seperti itu. Yang membedakan adalah waktu, bisa saja ada yang cepat hilang, ada juga yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang relative lama.

Lebih jelasnya, siklus hidup produk adalah tahapan-tahapan proses perjalanan hidup suatu produk mulai dari diperkenalkannya kepada pasar (market) hingga pada akhirnya hilang dari pasaran. Untuk memperpanjang umur hidup suatu produk, produsen harus bekerja keras melakukan berbagai strategi agar produknya dapat bertahan lebih lama lagi di pasar (market).

Berikut penjelasan siklus hidup suatu produk:

Perkenalan (Introduction)

Tahapan Perkenalan adalah tahapan pertama dalam siklus hidup produk dimana produsen memperkenalkan produk barunya kepada pasar atau masyarakat umum. Beberapa ciri-ciri pada Tahap Perkenalan ini diantaranya adalah : Produk baru diluncurkan ke Pasar (Market), Omset penjualan yang masih rendah, Kapasitas produksi masih rendah, Biaya per unit yang masih tinggi, Cash Flow Negatif, Distributor berkemungkinan enggan untuk mengambil produk yang masih belum terbukti Kualitasnya., Diperlukannya promosi secara besar-besaran dalam rangka memperkenalkan produknya (biaya promosi yang tinggi)

Strategi yang sering digunakan dalam Tahap Perkenalan (Introduction) : Mendorong Adopsi pelanggan, Mengeluarkan Biaya yang besar dalam promosi untuk menciptakan kesadaran pada produk dan juga untuk memberitahukan produk barunya kepada masyarakat, Menggunakan strategi Harga Peluncuran (skimming) atau Harga Penetrasi (Penetration), Distribusi yang terfokus (pada wilayah yang terbatas)

Perkembangan (Growth)

Tahap Perkembangan (Growth) adalah tahap dimana produk yang diperkenalkan tersebut sudah dikenal dan diterima oleh konsumen. Beberapa ciri-ciri pada tahap Perkembangan ini adalah : Memperluas pasar, Omset penjualan yang naik signifikan, Meningkatnya kapasitas produksi, Produk mulai diterima oleh pasar, Cash Flow mulai berubah menjadi Positif, Pasar semakin berkembang, laba juga akan meningkat, namun pesaing-pesaing baru akan mulai bermunculan, Biaya per unit akan turun ke skala yang ekonomis.

Strategi yang sering dilakukan dalam Tahap Perkembangan; Membuat iklan yang menciptakan kesadaran akan pemilihan produk dan memperkuat merek (branding), Memperbanyak saluran distribusi dan memperluas cakupan distribusi. Meningkatkan kualitas produk, menambahkan fitur-fitur baru dan gaya serta memperbanyak model atau varian, Menurunkan harga produk untuk menarik pembeli dan memperluas segmen pasar, Masih mengeluarkan biaya yang besar dalam mempromosikan produk dan mereknya.

 

Tahap Kedewasaan (Maturity)

Peningkatan Omset penjualan yang mulai melambat, bersaing dengan ketat dan berjuang dalam merebut pangsa pasar dengan pesaing-pesaingnya; Kapasitas produksi yang tinggi, Memiliki laba yang besar bagi mereka yang dapat memimpin pasar, Cash Flow akan berada dalam kondisi Positif yang kuat, Pesaing yang lemah dan kalah bersaing akan mulai keluar dari pasar, Harga Produk mulai turun.

Strategi yang sering dilakukan dalam Tahap Kedewasaan; Memperbaiki dan memodifikasi Produk dan memperbanyak pilihan (model, warna, bau, rasa, estetika), Meninggalkan varian produk yang tidak kuat di pasar, Kapasitas Produksi pada kondisi yang rasional, Menerapkan harga yang lebih bersaing, Menggunakan Iklan yang persuasif, mempengaruhi konsumen untuk menggunakan produknya, Menarik pengguna-pengguna baru, Distribusi yang intensif, Memasuki Segmen pasar yang baru, Repositioning.

Tahap Penurunan (Decline)

Pada tahap penurunan, penjualan dan keuntungan akan semakin menurun dan jika tidak melakukan strategi yang tepat, produk yang ditawarkan mungkin akan hilang dari pasar (market). Ciri-ciri Tahap Penurunan adalah sebagai berikut : Penjualan mengalami penurunan terus-menerus, Laba menurun secara signifikan dan Cash flow akan melemah, Pasar menjadi Jenuh, Akan banyak Pesaing-pesaing yang keluar dari pasar, Kapasitas produksi akan menurun.

Strategi yang sering digunakan pada tahap penurunan adalah sebagai berikut : Melakukan promosi untuk mempertahankan Pelanggan yang setia, Mempersempit saluran distribusi, Menurunkan harga uang menjaga daya saingnya

Nah, kita telah mengetahui fase atau siklus hidup sebuah produk. Karena itu untuk memperpanjang umur produk perlu ada strategi-strategi yang dilakukan oleh produsen agar memperlambat produknya memasuki tahap penurunan salahsatunya adalah dengan menambah nilai (adding value) atau ber-inovasi!… Apakah Anda sudah memikirkan inovasi apa yang ingin anda buat untuk produk yang Anda miliki? Jika belum bersegeralah.

Diolah dari berbagai sumber