Pengamat ekonomi perkoperasian Suroto menegaskan arisan Manusia Memanusiakan Manusia (MMM) yang berkembang di sejumlah daerah khususnya Indramayu, Jawa Barat, dan sekitarnya adalah penipuan berkedok solidaritas.
“Mencermati praktek Bank MMM adalah jelas penipuan yang berkedok solidaritas,” kata Suroto yang juga Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (LePPeK) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan dari sisi kelembagaan, MMM tidak memiliki status dan legalitas yang jelas.

Arisan MMM sendiri merupakan instrumen investasi yang menjanjikan bunga cukup besar atau hingga 30 persen setiap bulannya dari dana yang disetorkan.
“Masyarakat hampir pasti akan tergiur oleh rewardnya yang sampai 30 persen. Padahal ini modus penipuan,” katanya.

Ia meminta pemerintah untuk segera melakukan langkah aktif menutup praktik Bank MMM itu.

Menurut dia instrumen pengawasan dan regulasi yang ada selama ini sudah memadai.

“Hanya tidak imperatif. Artinya Pemerintah selalu sebagai pihak yang akan cuci tangan dalam menghadapi persoalan. Kesan saya malah seperti dipelihara,” katanya.

Suroto juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok investasi dari suatu lembaga yang kerap mengatasnamakan diri koperasi atau bahkan bank.