Kak Wahyu

Kak Wahyu

Tahun ajaran baru telah dimulai. Banyak dari orang tua di Indonesia mencoba mencarikan sekolah-sekolah dengan kualitas terbaik untuk anak-anaknya.

 

Lalu apakah dengan mempercayakan pendidikan anak ke sekolah akan menjamin mereka mapan secara financial dan sukses dimasa depan? Jawabannya adalah belum tentu. Hampir semua sekolah di Indonesia akan mengajarkan pendidikan akademis yang mengacu pada kurikulum pendidikan yang sudah distandarkan oleh pemerintah.

 

Apakah pendidikan yang telah diberikan oleh sekolah sudah cukup? Orang tua yang baik sebaiknya dapat memahami tentang apa saja yang akan diajarkan oleh sekolah kepada putra putrinya. Kecerdasan akademis yang diajarkan oleh sekolah kiranya juga harus dilihat kembali apakah pendidikan tersebut sudah cukup memadahi atau belum sebagai bekal anak untuk bisa mapan secara finansial dikemudian hari. Orang tua harus dapat memastikan putra-putrinya mendapatkan pendidikan finansial yang cukup sebagai bekal agar putra putri mereka mampu mengatur keuangan mereka sendiri.

 

Setiap orang khususnya di Indonesia harus memiliki pengetahuan keuangan yang cukup dan memadahi agar dapat mengelola keuangannya sendiri dengan baik. Ketidaktahuan tentang dunia keuangan menjadikan seseorang tidak dapat mengelola keuangannya dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan finansial harus dimiliki oleh setiap orang dan sebaiknya pendidikan tersebut dimulai dari sejak dini. Setiap orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan financial ini kepada anak-anak mereka.

 

Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan pendidikan tentang finansial. Orang tua pun dituntut harus mampu memberikan teladan kepada-anak-anak mereka dan ini menjadi sangat penting sebagai langkah pertama dalam mengajarkan anak melek finansial. Orang tua harus mampu memberikan contoh yang baik sebelum mereka mengharapkan anak-anak mereka memiliki kecerdasan dan keterampilan finansial yang baik.

 

Ada berbagai cara tentang bagaimana orang tua memberikan pendidikan finansial kepada anak-anaknya. Misalnya pendidikan tentang uang yang digunakan sebagai alat tukar. Orang tua dapat mengajarkan kepada anak-anak mereka dari sejak dini bagaimana konsep uang sebagai alat tukar tersebut.

 

Cara paling mudah untuk orang tua memulai pendidikan tersebut adalah dengan mengajarkan kepada anak tentang konsep jual beli. Ketika orang tua pergi ke supermarket misalnya, anak-anak mereka dapat diajak dan diajarkan bahwa uang bisa ditukarkan dengan berbagai benda yang mereka inginkan, seperti mainan, makanan dan minuman. Akan tetapi jangan sampai kemudian orang tua membiasakan anak-anak mereka mengambil apa yang ia inginkan sesuka hatinya. Alangkah lebih bijak apabila orang tua mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk dapat memilih barang mana yang memang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya untuk kesenangan sementara saja.

 

Setelah anak memasuki usia sekolah, orang tua dapat memperkenalkan pendidikan finansial kepada anak-anak mereka dengan cara memperkenalkan anak untuk mengelola uang mereka sendiri. Selain itu ajarkan juga bagaimana pentingnya seorang anak memiliki tabungan. Orang tua dapat memberikan kepada mereka uang saku rutin. Selanjutnya, sering-seringlah mengajak anak-anak ke bank agar dapat menyaksikan langsung transaksi menabung di sana. Selain itu bisa juga buat orang tua untuk memulai memberikan pengertian kepada anak mengenai ATM sebagai tempat menitipkan uang. Akan tetapi orang tua harus menekankan kepada anak-anak supaya mereka tidak memiliki pemikiran bahwa ATM bukanlah mesin penghasil uang yang tidak pernah habis.

 

Setelah anak-anak menginjak usia remaja, orang tua dapat mengajak mereka untuk berpikir bahwa uang yang dimiliki bisa digunakan untuk sesuatu yang memberikan keuntungan. Orang tua dapat memberikan pengetahuan tentang konsep wirausaha serta memperkenalkan mereka kepada dunia bisnis. Selain itu, perlu disampaikan pula bagaimana konsep investasi, dimana setiap investasi memiliki risiko dan semua itu perlu perhitungan. Untuk memperdalam pengetahuan investasi, bisnis, dan wirausaha tersebut orang tua dapat mengajarkan mereka mengenal dan memperhitungkan risiko.

 

Orang tua juga dapat mengajarkan kepada anak-anak tentang system barter. Barter yang merupakan konsep dasar bisnis ini dapat diajarkan secara langsung kepada anak-anak yang sudah menginjak usia dewasa dengan mengambil beberapa contoh kejadian disekitar mereka. Dengan memberikan pendampingan tersebut maka akan muncul pada diri anak-anak mereka adanya kepedulian dari orang tua mereka terhadap kehidupan mereka kelak serta wawasan mereka akan jauh lebih terbuka.

 

Sebagai orang tua jangan memaksakan kepada anak-anak untuk menjadi seorang wirausahawan atau bidang lainnya. Berikanlah keleluasaan kepada anak-anak mereka untuk menentukan pilihan mereka sendiri mau menjadi seperti apa kelak. Yang terpenting adalah mereka mendapatkan pendidikan finansial sebagai bekal untuk masa depan mereka.

 

Anak-anak Indonesia sudah seharusnya mulai di didik untuk dapat melek finansial sejak dini. Buat orang tua hendaknya dapat memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan finansial yang cukup. Dengan begitu anak-anak mereka akan menjadi lebih siap dan menjadi lebih mapan secara finansial saat dewasa nanti.